Terupdate
{"ticker_effect":"slide-v","autoplay":"true","speed":3000,"font_style":"bold"}

Kenaikan Tiket Borobudor Dikhawatirkan Pemperlambat Pemulihan Ekonomi Sektor Pariwisata

PARADIGMA.CO.ID- Anggota Komisi X DPR RI Ali Zamroni SSos mengatakan bahwa rencana kenaikan harga tiket naik area stupa Candi Borobudor akan sangat memberatkan bagi wisatawan lokal. Ia mengingatkan agar pemerintah berlaku bijak terkait situasi kebatinan masyarakat setelah ‘dihajar’ pandemi Covid-19 dalam beberapa tahun terakhir.

Ia mengakui, dalam beberapa bulan terakhir, angka pandemi Covid-19 terus mengalami penurunan. Dan, hal itu merupakan kabar baik bagi masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan dari sisi perekonomiannya.

“Sangat memberatkan terutama wisatawan lokal, seharusnya dalam situasi seperti sekarang dimana kita sudah memasuki masa endemi Covid-19 pemerintah justru berupaya untuk menarik wisatawan sebanyak-banyaknya,” terang Ali Zamroni dalam keterangannya, Selasa 7 Juni 2022.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya menyebut rencana turis lokal akan dikenakan tarif Rp 750.000 untuk masuk ke area stupa Candi Borobudur. Belakangan, rencana itu ditekiankan masih sebatas rencana dan masih akan dikaji ulang.

Anggota Fraksi Gerindra itu menyatakan, rencana itu memang semestinya dikaji ulang. Sebab memasuki masa endemi Covid-19 semestinya pemerintah membuat kebijakan guna menarik wisatawan sebanyak-banyaknya. Hal ini sekaligus membantu pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi.

“Saya khawatir dengan adanya aturan ini akan memperlambat pemulihan ekonomi di sektor pariwisata, seharusnya kita berlomba-lomba dan berusaha supaya Indonesia diminati oleh wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal,” sebutnya.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Banten I itu juga mengkhawatirkan dampak dari kenaikan tiket masuk Candi Borobudor membuat sektor pariwisata di Indonesia akan semakin tertinggal sebagai negara tujuan. Khususnya dalam penanganan pemulihan sektor pariwisata.

“Saya juga khawatir kita akan tertinggal dari negara lain dalam pemulihan pariwisata sehingga Indonesia tidak dijadikan tujuan utama oleh para wisatawan,” demikian Ali Zamroni.[]

Vinkmag ad

Read Previous

Polisi Tangkap Pimpinan Khilafatul Muslimin

Read Next

Dampak Literasi Digital Terhadap Perkembangan Ekonomi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.