Terupdate
{"ticker_effect":"slide-v","autoplay":"true","speed":3000,"font_style":"bold"}

Pangi Syarwi Chaniago Ungkap Bahaya Partai ‘Ojek’ Bagi Demokrasi

PARADIGMA.CO.ID– CEO sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan keserentakan Pileg, Pilpres dan Pilkada 2024 nanti akan menunjukkan kualitas mana yang partai kader, partai populis dan partai transaksional pragmatis.

“Akan kelihatan mana yang menjadi partai “ojek politik” yang hanya menghantarkan calon “non partai” atau mendukung kader partai lain untuk maju kontestasi electoral,” kata Pangi di Jakarta, Kamis (23/6).

Dia pun mencontohkan partai NasDem yang mengusung Anies Baswedan. Menurutnya, ada hipotesis yang menyatakan hal tersebut akan ikut memberi pengaruh terhadap elektabilitas Partai NasDem (cottail effect). Namun pada saat yang sama, sayangnya itu sekaligus membuktikan Partai NasDem gagal melakukan “kaderisasi” karena tidak mampu menghasilkan calon yang berasal dari kader internal NAsDem sendiri (tradisi meritokrasi).

“Partai Ojek Politik mungkin pantas disematkan kepada NasDem. Partai dalam konteks ini bisanya jadi “penghantar” saja, karena hanya bisa mengusung tokoh eksternal maju di Pilpres atau Pilkada. NasDem dinilai jadi partai yang belum berhasil menelurkan kader terbaik untuk maju dalam kontes nasional,” ungkapnya.

Seperti “Ojek”, lanjutnya, ketika seorang tokoh berhasil maju dan dihantarkan pada kursi orang nomor satu pada Pilpres atau Pilkada tentu ini tidak baik bagi partai itu sendiri. Belum lagi kalau ada deal-deal tertentu dengan calon-calon yang diusung nantinya.

“Kan mirip ojek. Setelah diantarkan ke Kursi Presiden atau kursi kepala daerah, lalu dapat deal-deal. Setelah itu bisa aja pada periode berikutnya pakai partai  ojek Politik yang sama atau pake partai ojek politik lainnya tanpa harus jadi kader, tanpa harus mengakar di partai. Ini bahaya sekali bagi demokrasi,” katanya.

Pangi mencontohkan tiga tokoh yang muncul sebagai rekomendasi dari Partai NasDem bakal calon presiden yang akan diusung dalam Pilpres 2024 mendatang yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.  

“Anies bukan kader partai manapun, dan Panglima TNI aktif Jenderal Andika Perkasa bukan kader partai NasDem serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  kader partai PDIP, lalu kok kenapa bukan kader NasDem yang diusung?,” tegasnya.

Dia menyebutkan, apa guna partai kalau yang didukung non partai atau kader partai lain, itu mungkin makna Partai Ojek Politik bagi NasDem.

“Lama-lama orang akan bilang ngapain masuk parpol (deparpolisasi) kalau gampang jadi capres atau kepala daerah tanpa harus jadi kader partai yang mengakar,” hanya bermodal racikan elektoral, modal logistik semata dengan gampang “over confidance” dicalonkan menjadi capres oleh partai politik tutupnya.[]

Vinkmag ad

Read Previous

Pengamat Sebut Peta Koalisi Parpol Menuju Pilpres 2024 Masih Tak Menentu

Read Next

DPR Harap OJK Pantau Pelaksanaan Pinjaman Online

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.