Terupdate
{"ticker_effect":"slide-v","autoplay":"true","speed":3000,"font_style":"bold"}

Pasal Penghinaan Presiden Rawan Disalahgunakan untuk Bungkam Kritik

Paradigma.co.id- Demokrasiana Institute menyoroti polemik seputar Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) terbaru yang dinilai masih banyak mengandung masalah dan dinilai banyak pasal yang berpotensi disalahgunakan.

Koordinator Presidium Demokrasiana Institute Zaenal Abidin Riam, mengatakan bahwa salah satu masalah yang muncul dalam RKUHP adalah terkait pasal penghinaan presiden.

“Pada tahun 2006 MK sudah pernah membatalkan pasal penghinaan presiden karena dinilai rawan dimanipulasi, tetapi di RKUHP yang baru dimunculkan lagi, isinya juga masih rawan untuk dimanipulasi, artinya tidak belajar dari peristiwa sebelumnya” kata Zaenal Abidin Riam, yang juga merupakan Pengamat Kebijakan Publik dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (9/7).

Lanjut Zaenal, pasal penghinaan presiden dalam RKUHP sangat mungkin akan disalahgunakan untuk membungkam kritik dari masyarakat. Akibatnya, masyarakat akan takut bersuara karena pasal tersebut disertai ancaman penjara.

“Negara kita nampaknya belum serius memajukan demokrasi, buktinya kebebasan berpendapat berupaya dihambat dengan memunculkan pasal penghinaan presiden, melalui pasal ini warga negara yang mengkritik kebijakan presiden berpotensi dinilai menghina presiden, hal ini karena tidak ada batasan yang jelas tentang penghinaan yang dimaksudkan,” terang Zaenal Abidin Riam.

Meski demikian, pria yang akrab disapa Enal ini, mengapresiasi beberapa pasal dalam RKUHP terbaru ini yang dinilai sebagai sebuah kemjuan dalam hukum pidana Indonesia, diantaranya pasal yang mengatur hukuman pidana kepada pelaku perzinahan, pelaku kumpul kebo, dan mereka yang melakukan pencabulan.

“Aturan ini sudah semestinya dimunculkan demi menjaga stabilitas moral di tengah masyarakat,” ungkapnya.[]

Vinkmag ad

Read Previous

Menpora: Perkembangan Timnas Ditangani STY Makin Baik

Read Next

Sekjen Gerindra: Idul Adha Momen Penting untuk Perkuat Solidaritas dan Kebersamaan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.