Terupdate
{"ticker_effect":"slide-v","autoplay":"true","speed":3000,"font_style":"bold"}

Pengamat Sebut Peta Koalisi Parpol Menuju Pilpres 2024 Masih Tak Menentu

PARADIGMA.CO.ID- Koordinator Presidium Demokrasiana Institute sekaligus Pengamat Kebijakan Publik Zaenal Abidin Riam, menganailis terkait peta koalisi partai politik menghadapi pemilihan presiden 2024. Menurutnya, peta koalisi parpol masih sangat cair dan belum menemukan format yang baku.

Setiap parpol disebut masih melakukan kalkulasi politik yang dinilai paling strategis dan menguntungkan untuk kepentingan partai.

“Secara praktis parpol masih meraba siapa partner koalisi terbaik yang bisa diajak bersama dalam pilpres 2024, hal ini logis mengingat masih ada cukup waktu untuk membangun koalisi yang solid bagi setiap parpol, mereka nampak tak mau buru-buru agar tidak salah langkah,” kata Zaenal dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (21/6).

Dia mengatakan, jika mengacu pada kalkulasi suara, maka hanya partai besutan Megawati Soekarno Putri yang bisa mengusung capres tanpa perlu berkoalisi dengan partai lain. Namun menurutnya, hal itu bukan jaminan bahwa PDIP tidak akan berkoalisi dengan partai lain.

“Memang Megawati dalam Rakernas PDIP yang digelar hari ini memberi penegasan agar tidak ada kader partai yang berbicara koalisi, namun pernyataan tersebut bisa dibaca sebaliknya, saat ini PDIP sedang berupaya merapatkan barisan di bawah instruksi ketua umum, terlebih saat Ganjar Pranowo sebagai kader PDIP justru telah dinominasikan oleh Nasdem sebagai salah satu capres,” ucap Zaenal.

Pria yang akrab disapa Enal ini juga menyinggung soal kemunculan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang telah terlebih dahulu mendaklarasikan diri sebagai poros koalisi. Enal menyebut kehadiran KIB belum tentu bisa otomatis bertahan hingga momen pilpres berlangsung.

“Di KIB sendiri belum ada kesepakatan tentang siapa capres yang akan diusung, semua partai yang tergabung di KIB sesungguhnya punya kandidat capres yang berbeda-beda, bila hal ini tidak terkomunikasikan dengan baik maka tidak mustahil bila koalisi ini akan layu sebelum waktunya, sebaliknya bila mampu dikomunikasikan maka akan semakin menyolidkan koalisi,” terang Zaenal.[]

Vinkmag ad

Read Previous

IPNU Jakarta Dorong Pelajar NU Terus Berinovasi dan Kembangkan Potensi

Read Next

Pangi Syarwi Chaniago Ungkap Bahaya Partai ‘Ojek’ Bagi Demokrasi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.